RSS

Arsip Kategori: WINDOWS SERVER

Konfigurasi Windows 2003 Server

Konfigurasi Active Directory

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik Start Menu à Administrtrative Tools à Configure Your Server Wizard

3. Pada “Configure Your Server Wizard” klik next untuk melanjutkannya Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 23 Februari 2009 in WINDOWS SERVER

 

Kaitkata:

Konfigurasi Mail Server Windows 2003 Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”

5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components beri tanda centang pada “E-mail Services”

7. Tunggu beberapa saat ketika pengcopyan. Setelah itu klik Finish

8. Setelah diinstall, klik Start Menu à Administrative Tools à POP3 Service

9. Setelah itu klik kanan pada jendela POP3 service, kemudain klik properties

10. Pada jendela server Properties beri tanda centang pada “Require Secure Password… dan Create an Associated…”, untuk menambah keamanan komunikasi antara e-mail server dan e-mail client. Serta setiap anda membuat kotak surat baru, maka akan dibuatkan user sesuai dengan nama kotak surat yang anda buat. Lalu klik OK untuk mengakhiri konfigurasi POP3 Service

11. Setelah itu buat domain pada POP3 yang sama dengan nama domain server.

12. Kemudian klik Add Mailbox pada kotak dialog sebelah kanan untuk membuat mailbox

13. Buat 2 nama mailbox beserta passwordnya.

14. Untuk mengetes klik Start Menu à All Programs à Outlook Express

15. Pada Outlook Express pilih Tools à Account… untuk membuat account

16. Setelah tampil Internet accounts, klik Add untuk membuat email baru

17. Kemudian tampil jendela your name, kita diminta tentukan nama pada mailbox penerima email. Contoh :

· Display name : Hantu

Setelah itu next

18. Setelah itu pada wizard à internet email address ketik alamat email yang sama dengan nama emailbox sebelumnya. Contoh :

· E-mail address : hantu@boss.com

Setelah itu next

19. kemudian kita diminta untuk menetnukan incoming mail (POP3, IMAP or HTTP) server dan outgoing mail (SMTP) server diisi dengan nama domail server kita. Contoh :

· Incoming mail… : www.boss.com

· Outgoing mail… : www.boss.com

Klik next

20. Pada jendela internet mail logon. Dibagian account name isi dengan nama mailbox alamat email yang telah ditentukan sebelumnya. Masukkan password sesuai dengan password mailbox account.

21. Setelah itu klik Finish.

22. Lakukan hal yang sama pada computer client anda untuk mengetes jalannya mail server.

23. Agar terdapat perbedaan, klik kanan pada email www.boss.com dan www.boss.com[1] tukar dengan nama “hantu” untuk Hantu dan “setan” untuk Setan.

24. Untuk mengetes mail server buka program Outlook express

25. Klik Toolbar, Create Mail untuk membuat surat yang akan dikirimkan

26. Pada jendela message, isi datanya seperti contoh berikut

· To : setan@boss.com (isikan dengan alamat email tujuan)

· Cc : (isikan dengan alamat email lainnya akan menerima email kiriman anda)

· Subject : (isikan dengan perihal dari email kita)

27. Setelah itu buatlah pesan sesuai keinginan kita. Kemudian klik tombol “send”.

28. Untuk melihat email yang telah dikirim, klik folder Sent items.

29. Jika tidak ada masalah, pesan tadi akan tersampaikan pada computer client.

Kesimpulan

Mail Sever digunakan untuk melayani pengiriman data antara client ke client atau clien ke server. Mail server juga mempermudah kita dalam pengiriman data karena cepat.

 
1 Comment

Posted by pada 23 Februari 2009 in WINDOWS SERVER

 

Kaitkata:

Konfigurasi WEB Server Windows 2003 Server

Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows. Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by pada 23 Februari 2009 in WINDOWS SERVER

 

Kaitkata:

Konfigurasi DNS Server Windows 2003 Server

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

Langkah-langkah konfigurasi DNS Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”. Setelah anda memilih Add or remove a rool, computer akan bekerja dan segera tampil tayangan berikutnya.

5. Tidak lama setelah itu, computer menampilkan semua komponen yang telah diinstall. Lalu kita pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components pilih “Networking services” untuk menginstall apa yang kita butuhkan.,

7. Kemudian pilih “Detail”

8. Pada detail networking services, beri tanda “centang” pada DNS. Kemudian Next untuk melanjutkannya

9. Tunggu beberapa saat supaya computer mencopy file dari Cd. Lalu Finish

10. Setelah DNS diinstall, pilih “DNS” pada “Administrative tools”

11. Setelah tampil klik kanan pada “Forward Lookup Zones”, lalu kita pilih “New Zone…”

12. Klik Next untuk melanjutkannya.

13. Pada “Zone Type” atau Tipe zona, kita pilih “Primary zone”. Lalu klik next untuk keterangan selanjutnya.

14. Setelah itu kita akan mengisi nama zona. Contohnya :

· Zone name : boss.com

Lalu klik next lagi.

15. Setelah itu muncul kotak dialog “Zone File”. Kita akan memilih “Create a new file with this file name” untuk membuat file baru dengan nama yang tertera pada bawah option. Setelah itu klik next

16. Pada “Dynamic Update” biarkan saja pilihan kita pada “Do not allow dynamic updates”. Kemudain klik next

17. Setelah semua Complete., klik Finish.

18. Pada folder Forward Lookup Zones telah ada folder boss.com. sekarang kita akan membuat “Host” pada folder “boss.com”

19. Klik kanan pada “boss.com”, lalu pilih “New Host(A)…”

20. Lalu kita isi nama dan IP Addressnya. Contoh :

· Name (uses parent domain name if blank) : www

· IP_address : 172.24.0.1

Setelah diisi, klik “Add Host”. Host pun telah terbuat. Lalu kita akan membuat Alias baru atau pengganti nama dari IP Address menjadi nama server

21. Klik kanan pada “boss.com”, lalu pilih “New Alias (CNAME)…”

22. Pada “New Resource Record”, isi nama pada “Alias name (uses parent domain if left blank)”. Lalu klik “Browse untuk mencari host yang telah kita buat sebelumnya tadi. Kemudian klik ok

23. Konfigurasi DNS pun selesai

Kesimpulan

DNS (Domain Name Server) adalah mentranslate atau mengubah sebuah IP Address menjadi sebuah nama yang disebut dengan Domain, ataupun sebaliknya.

 
37 Comments

Posted by pada 23 Februari 2009 in WINDOWS SERVER

 

Kaitkata:

Konfigurasi DHCP SERVER di Windows 2003 Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Langkah-langkah Konfigurasi DHCP Server

1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM

2. Mulai dengan klik start menu

3. Lalu pilih “Control Panel”

4. Kemudian pilih “add or remove programs”

5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”

6. Pada windows components pilih “networking services”

7. Kemudian pilih “Detail”

8. Pada networking services, beri tanda “centang” pada DHCP. kemudian next

9. Tunggu beberapa saat untuk pencopyan data. Lalu Finish

10. Setelah DHCP diinstall, pada administrative tools, pilih DHCP

11. Pada DHCP klik kanan, lalu pilih “New scope”

12. Pada new scope wizard, klik Next untuk melanjutkan

13. Setelah itu isi nama scope sesuai dengan keinginan kita. Contoh :

· Name : boss

· Description : konfigurasi DHCP

Seperti pada gambar. Lalu klik Next

14. Pada IP Address Range yang akan digunakan client isi Start IP Address, End IP Address dan Subnet masknya. Contoh :.

· Start IP Address : 172.24.0.3

· End IP Address : 172.24.0.5

· Length : 29

· Subnet Mask : 255.255.255.248

Lalu klik Next.

15.Pada Add exclusions atau IP yang tidak boleh digunakan oleh client. isi start IP address dan end IP address. Contoh :

· Start IP Address : 172.24.0.1

· End IP Address : 172.24.0.2

Lalu Next.

16. Kemudian muncul Lease Duration. untuk menentukan berapa lama client bisa menggunakan IP Address yang diberikan Server. Contoh :

· Days : 14

· Hours : 14

· Minutes : 14

Kemudian Next.

17. Lalu muncul Configure DHCP Options, pilih “Yes, I want to configure these option now”. Lalu Next”

18. Pada Router (Default Gateway) isi IP Addressnya. Contoh :

· IP Address : 172.24.0.1

Lalu Add

Kemudian Next.

19. Domain Name and DNS Server isi Parent Domain, Server name dan Add IP Address. Contoh :

· Parent Domain : boss.com

· Server name : www.boss.com

· IP Address : 172.24.0.1

Setelah itu IP Address di Add

Apabila kita telah menginstall DNS, apa bila kita mengisi Server name sesuai dengan nama server, IP addressnya akan muncul dengan otomatis. Jika belum, kita akan mengisi manual.

Lalu Next.

20. Pada WINS Servers, Lewati saja. Klik Next.

21. Pada Activate Scope, pilih “Yes, I want to activate this scope now”. Lalu Next.

22. Setelah itu Finish.

Test SERVER DHCP pada Client

  1. Mulai dari “Start Menu”
  2. Lalu pilih “Control Panel”
  3. Kemudian pilih “Network Connection”
  4. Klik kanan pada icon “Local Area Network” pilih “Properties”
  5. Lalu pilih “Internet Protocol (TCP/IP)”, klik “Properties”.
  6. Di sini kita akan “Obtain an IP Address automatically” IP kita.
  7. Setelah itu OK.
  8. Kemudian kita jalankan “Run”, dan ketikkan “cmd” lalu OK
  9. pada command prom, ketikkan “ipconfig /all” [ENTER]
  10. Jika berhasil, maka ip pada computer kita telah diberikan oleh Server DHCP
  11. Lalu klik OK
  12. Klik OK sekali lagi.

Kesimpulan

Dengan adanya DHCP, server dapat memberikan IP Address secara otomatis kepada Client dan mempermudah Client untuk mendapatkan IP Address.

 
30 Comments

Posted by pada 23 Februari 2009 in WINDOWS SERVER

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.